
Istilah senyawa VOC (Volatile Organic Compound) sering dijumpai pada produk cat pelapis lantai beton, obat-obatan, hingga pendingin. Senyawa satu ini berbentuk gas dari sebuah padatan atau cairan tertentu.
Di dalamnya terbuat dari bahan kimia yang memiliki potensi efek buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Lalu, sebenarnya apa senyawa VOC ini? Apa dampak jangka panjang pada saat penggunaannya?
Anda dapat menyimak jawabannya pada pembahasan artikel di bawah ini. Penting bagi Anda yang sering menggunakan cat epoxy pada permukaan lantai. Mari pelajari bersama!
Apa Itu Senyawa VOC (Volatile Organic Compound)
VOC merupakan senyawa kimia yang asalnya dari bahan bangunan dan produk rumah tangga. Walaupun terbentuk secara alami, VOC tetap berbahaya saat berubah menjadi gas.
Karena senyawa VOC sering dikaitkan dengan berbagai cat pelapis atau epoxy lantai, maka simak contoh dan asal mula kemunculannya.
Hal ini berguna bagi Anda yang ingin menghindari produk epoxy yang mengandung VOC. Berikut penjelasannya:
● Contoh Senyawa VOC
Beberapa contoh senyawa VOC yang terkenal beracun adalah aseton, benzene, formaldehida, styrene, trichloroethylene, toluene, dan xylene. Metana juga merupakan senyawa organik yang termasuk ke dalam VOC.
Namun, ada beberapa alasan tertentu mengapa metana tidak termasuk lagi ke dalam senyawa VOC, seperti reaktivitas fotokimia rendah dan tidak berkontribusi banyak pada pembentukan ozon.
● Asal Mula Munculnya VOC
Senyawa VOC berasal dari berbagai sumber dan bervariasi sesuai dengan geografi. Namun, kontribusi paling banyak senyawa VOC adalah emisi kendaraan dan asap pembakaran fosil atau emisi limbah.
Sumber VOC lainnya adalah semprotan aerosol, tinta cetak, cat pelapis lantai beton, pengawet kayu, bahan bangunan, etanol, butana, dan sebagainya.

Dampak Senyawa VOC Bagi Kesehatan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sumber senyawa VOC sangat bervariasi. Jadi, hal tersebut juga berpengaruh pada skala racun dan bahaya yang ada di dalamnya.
Beberapa di antaranya sangat beracun seperti benzena. Berikut ini dampak senyawa VOC bagi kesehatan dan harus Anda perhatikan, antara lain:
● Mata Merah
Pada dampak jangka pendek, senyawa VOC dapat menyebabkan mata merah (iritasi mata), hidung, dan tenggorokan. Hal ini dapat terbukti saat Anda mengaplikasikan cat pelapis lantai yang mengandung VOC.
Biasanya setelah proses pengaplikasian, beberapa teknisi akan mengalami iritasi pada beberapa bagian tubuh. Terlebih jika tidak menggunakan masker atau pelindung lainnya.
● Reaksi Alergi Kulit
Reaksi alergi kulit juga berpotensi terjadi lebih tinggi saat mengaplikasikan cat pelapis lantai beton yang mengandung VOC. Rasa gatal dan kulit merah akan dirasakan oleh aplikator.
Jika kondisi ini terjadi, jangan diabaikan atau menunggu gejala parah. Karena rasa gatal yang muncul menjadi awal mula kondisi kesehatan yang lebih parah.
● Pusing & Muntah
Pada kondisi ekstrim, senyawa VOC yang terhirup oleh aplikator cat pelapis lantai beton dapat menyebabkan pusing, mual, dan muntah. Munculnya gejala seperti ini menjadi pertanda bahwa kadar racun VOC cukup tinggi.
Selain itu, pada jangka panjang, VOC juga berdampak pada kerusakan ginjal hingga kanker. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memilih produk cat epoxy yang tidak mengandung VOC.
Salah satu rekomendasinya adalah Sikafloor®-263 SL HC, yang mana keberadaan senyawa VOC aman dan sudah memenuhi persyaratan LEED v4.1 yang teruji pada produk Eropa.
● Sesak Napas
Pada tahun 2015 terdapat studi bahwa paparan senyawa dalam jangka pendek dan jangka panjang memengaruhi fungsi kardiovaskular. Hal ini karena penelitian orang yang terpapar atmosfer VOC memiliki peningkatan denyut jantung.
Jadi, senyawa VOC bukan hanya buruk bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih lagi jika Anda menghirupnya terus-menerus saat proses aplikasi cat pelapis lantai.
Produk Cat Pelapis Lantai Beton Sika Rendah VOC, Aman untuk Kesehatan
Jika senyawa VOC yang terdapat pada cat pelapis lantai berpotensi bahaya bagi kesehatan, bagaimana memilih produk cat epoxy bebas VOC?
Beberapa rekomendasi produk yang dapat Anda pilih adalah produk cat pelapis atau produk flooring dari Sika. Produk cat pelapis dari Sika yang dapat Anda coba dan minim senyawa VOC adalah, sebagai berikut:
- Sikafloor®-263 SL HC merupakan material bahan pengikat berbahan epoxy yang bersifat low-emitting sesuai dengan kredit EQ v4 LEED. Keunggulannya sangat mudah mengalir, aplikasi mudah, kedap cairan, finishing anti selip, dan
- Sikafloor®-264 HC adalah material rendah VOC yang digunakan sebagai lapisan roller untuk beton dan screed Penggunaan produk ini memberikan bantuan pengaplikasian yang mudah dan ketahanan mekanik atau kimia yang baik.
- Sika® Ucrete® adalah produk cat pelapis lantai Polyurethane Cement (PU-C) yang berguna sebagai wearing screed. Memiliki VOC yang rendah, ketahanan mekanik yang baik, dan dijamin tidak ada pencemaran di akhir tahapan
- Anda juga dapat memilih produk Sikafloor®-21 ID, yang merupakan agregat dan semen modifikasi bertekstur halus. Dapat digunakan sebagai lapisan dasar antigores dan cocok diaplikasikan pada bangunan laboratorium, pabrik kimia, dan sebagainya.
- Terakhir, rekomendasi produk Sikafloor®-40 ID yang memiliki sifat self-smoothing. Keunggulan produk yang tahan terhadap abrasi yang baik dan dapat digunakan untuk bangunan dengan beban kerja yang berat, seperti gudang dan bengkel.
Itulah rekomendasi produk-produk cat epoxy lantai beton dari Sika yang dapat Anda pilih. Selain kualitasnya baik, produk-produk tersebut juga minim emisi VOC yang baik untuk pemakaian jangka panjang.
Anda tak perlu ragukan kualitas produk Sika karena produk kami sudah 114 tahun dipilih sebagai material bangunan terbaik. Proyek domestik dan internasional sudah kami handle, contohnya proyek flooring Balai Kota Paroki Lutherian di Finlandia.
Untuk mengetahui produk-produk unggulan kami, silakan kunjungi situs resmi Sika Indonesia.
