Kementerian Pertahanan mendistirbusikan beberapa peralatan disinfektan ke Kementerian atau Lembaga negara di antaranya Bank Indonesia, BIN, dan Kementerian Keuangan, Jumat (20/3/2020). Karo Humas Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto menjelaskan bahwa upaya tersebut adalah wujud nyata sinergitas Kementerian atau Lembaga negara dalam menghadapi wabah virus corona. "Kemhan juga mendistribusikan peralatan disinfektan kepada satuan di lingkungan TNI antara lain Rumah Sakit TNI AD Moh. Ridwan TMII, Rumah Sakit Marinir Cilandak, Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo dan Rumah Sakit TNI AU dr. Esnawan Antariksa", kata Totok dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan pada Jumat (20/3/2020).

Selain itu, Totok mengatakan Kementerian Pertahanan juga telah mendistirbusikan peralatan disinfektan ke Mabes TNI AD, AL dan AU, BAIS, Puspom AU, Koopsau, Kementerian KKP, Kementerian KPPA, Istana Kepresidenan, Istana Wapres, Kementerian Koordinator PMK, Kodam jaya dan Kormar dan Kohanudnas. Ia menjelaskan peralatan yang didistribusikan antara lain berupa tenda pemeriksaan temperatur dan penyemprotan disinfektan, box set sprayer, dan serbuk disinfektan yang digunakan untuk penyemprotran setiap orang dan juga kendaraan. "Perlatan tersebut dibagikan sebagai upaya tindakan pencegahan dan menekan penyebaran Covid 19," kata Totok.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan status tanggap darurat bencana COVID 19 untuk wilayah DKI. Status ini berjalan selama 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang mengacu pada kondisi penularan virus corona di ibu kota. "Pada hari ini kita menetapkan (status) Jakarta sebagai tanggap darurat bencana COVID 19. Ini ditetapkan 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020).

Penetapan status tanggap bencana diambil lantaran Jakarta saat ini dihadapkan pada situasi yang sangat berbeda dari satu atau dua pekan sebelumnya. Sebab, jumlah kasus yang disampaikan hingga Jumat (20/3/2020) berada pada angka yang tinggi. Mengacu pada data laman resmi COVID 19 DKI Jakarta (corona.jakarta.go.id), data tanggal 20 Maret 2020, pukul 18.00 WIB, Jakarta punya 224 kasus positif.

Dengan rincian 125 dirawat, 66 melakukan isolasi mandiri, 13 orang sembuh, dan 20 jiwa meninggal dunia. Sedangkan secara nasional ada 369 kasus terkonfirmasi COVID 19. Sebanyak 320 orang dirawat, 17 sembuh, dan 32 orang meninggal dunia. "Hari ini situasi yangg dihadapi sangat berbeda dengan dua atau satu pekan lalu. Jumlah yang disampaikan cukup banyak. Jumlah kasus juga angka tinggi," ungkap Anies.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah tengah melakukan Rapid Test (tes cepat) virus corona kepada sejumlah warga di wilayah Jakarta. Secara spresifik, Jokowi menyebut wilayah Jakarta Selatan sebagai lokasi pertama dilakukan Rapid Test. Di prediksi wilayah Jakarta Selatan rawan penyebaran virus corona ata Covid 19.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers melalui siaran langsung akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020). "Kita memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menujukan indikasi yang paling rawan. Di Jakarta. Di Jakarta Selatan," kata Jokowi. Jokowi menjelaskan, Rapid Test dilakukan di wilayah yang terdapat pasien positif corona dan diduga melakukan kontak dengan sejumlah orang.

Rapid Test diharapkan mampu mengetahui indikasi awal seseorang positif virus corona atau tidak. "Di wilayah yang dulu, sudah diketahui, ada kontak tracing dengan pasien positif jadi didatangi tempat tempatnya," ucapanya. Kepala Negara juga memastikan, Repid Test dilakukan mulai sore ini, Jumat (20/3/2020).

"Rapid Test memang sudah dilakukan sore hari ini," kata Jokowi.