Timnas Indonesia U 16 dijadwalkan menggelar Pemusatan Latihan (TC) pada bulan Juli mendatang. Dikabarakan TC tersebut dimulai sejak 6 hingga 29 Juli 2020 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat. Pemusatan latihan tersebut dilakukan sebagai upaya mempersipakan timnas U16 Indonesia berlaga di Piala Asia U 16 2020 yang berlangsung di Bahrain pada 25 November hingga 12 Desember 2020.

Sebanyak 26 pemain dipanggil untuk mengikuti TC timnas U16 Indonesia ini. Sadar bahwa TC ini dilakukan pada masa pandemi virus corona, PSSI pun telah membuat protokol atau ketentuan demi mencegah penyebaran Covid 19. Dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi, mengatakan seluruh pemain dan ofisial bakal rutin melakukan tes virus corona.

“Yang pertama tes PCR (Polymerase Chaine Reaction), kami pastikan tidak ada yang kena Covid 19," "Setelah itu rapid test berkala setiap TC minimal empat kali dalam sebulan kami lakukan,” kata dokter Syarif Alwi kepada wartawan. "Maunya kami memang lebih bagus kalau semuanya melalui tes PCR," ucapnya.

Syarif Alwi mengakui bahwa tes PCR merupakan metode yang paling efektif untuk mendeteksi virus corona daripada rapid test. Namun, dia menyadari untuk melakukan tes PCR tentu tidak mudah karena harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Syarif Alwi pun berharap ada bantuan tes PCR dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Lebih lanjut, tim dokter PSSI telah mempersiapkan protokol kesehatan yang harus diterapkan para pemain hingga ofisial timnas U16 selama menjalani TC. PSSI bahkan telah mempersiapkan kemungkinan terburuk. Jika ada satu orang yang dinyatakan reaktif setelah melakukan rapid test, dia akan dites swab dan menjalani isolasi di salah satu kamar hotel. Tentu saja ruangan itu nantinya akan berada di lantai yang berbeda dengan skuad timnas lainnya.

Selain itu, jika setelah dilakukan tes swab dan hasilnya positif, seluruh pemain, pelatih, hingga ofisial wajib melakukan tes ulang. "Kami sudah menyiapkan sekitar lima ruangan di hotel untuk tempat isolasi di lantai berbeda. Demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kami pun meminta kepada pihak hotel untuk menyiapkan satu lift khusus bagi timnas," ujarnya. "Kemudian, ada aturan para pemain tidak boleh meninggalkan penginapan. Semua ini masuk dalam protokol kesehatan yang sudah disusun,” tutur Syarif Alwi.